Minggu, 27 Desember 2015

SETERU MELAYU DAN CINA DI MALAYSIA

Menyusul pertikaian dengan masalah penipuan yang dilakukan penjual telepon genggam keturunan Tionghoa kepada seorang pembeli pribumi, di Mall Kota Raya Juli lalu, dan berakibat 20 orang Melayu melakukan penyerangan ke Kota Raya yang menjadi pusat penjualan telepon genggam di Malaysia.

The Straits Times memberitakan pada Jumat (25/12/2015), situasi lengang kedua pusat perbelanjaan di Kuala Lumpur itu, tak terlepas dari perkelahian massal berbau rasialis. Yaitu antara penduduk Melayu dengan kelompok Tionghoa, yang kebanyakan menjadi penjual telepon pintar di pusat perbelanjaan. Kedua kelompok tidak saling percaya lagi. Ditambah dengan kondisi ekonomi yang melorot dan pemerintahan yang kurang tegas, tutur Ibrahim Suffian, Direktur Perusahaan Poll pendapat Merdeka Centre.

Sejak itu perseteruan rasial antara kelompok Tionghoa dan Melayu makin berkembang. Lebih-lebih semakin banyak kelompok pribumi yang menuduh etnis China melakukan kecurangan. Di antaranya kelompok Isma dan Asosiasi Konsumen Islam. Perseteruan antaretnis ini makin berkembang hingga kini.
Kelompok minoritas China yang bergabung dalam kelompok berkaos kuning di bawah nama 'Bersih', melawan kelompok pribumi berkaos merah yang mendukung pemerintahan PM Najib Razak yang diduga menilap dana 1 miliar. ''Bila terjadi perebutan kekuasaan di lapisan atas, maka politik rasialisme akan dimainkan pula,'' tutur Dr. Oh Ein, salah satu pengajar di Studi Internasional S. Rajaratnam, Singapura. ''Perhatian rakyat dialihkan dari perebutan politik di tingkat atas,'' lanjutnya.

Kasus rasis ini berkembang pula hingga Low Yat Plaza, setelah Mohammad Ali Baharom memberi orasi anti-China di luar Plaza tersebut. ''Kaum Melayu akan bangkit dan menantang pedagang China di Malaysia,'' teriaknya. Ali Baharom ditahan beberapa hari dan dibebaskan dengan jaminan.
Melihat hal ini, Ismail Sabri Yaakob, salah satu menteri Malaysia dan pemimpin partai terbesar UMNO, mendirikan Mara Digital Mall, khusus bagi pengusaha pribumi. Mall yang berada di salah satu gedung milik Pemerintah Malaysia itu memberi banyak kemudahan. Termasuk membebaskan biaya sewa bagi pengusaha telepon genggam.
(referensi : www.atjehcyber.net)

Tidak ada komentar:

POS POLISI SARINAH MELEDAK

Sebuah bom meledak di pos polisi dekat pusat perbelanjaan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat pada Kamis (14/1) tepatnya pada pukul 10.50 W...